Sudah lama nih blog nggak pernah di update. Biasalah, sibuk sama bisnis online dan offline. Lama-lama kangen juga mau nulis, akhirnya 3 hari yang lalu blog ini kembali saya lirik. Berhubung saya pake Add on SEO Quake, begitu akses nih blog, nongol deh angka PR blog nya. Tertulis disitu "PR: 2". Wah, senangnya...Alhamdulillah ya, sesuatu banget :-)
Emang PR itu apa sih? PR itu singkatan dari Page Rank. Kalau deskripsi resminya sih saya nggak tahu ya, kalau penasaran coba tanya aja sama Om google. Yang saya tahu dengan PR itulah Om Google menilai suatu site atau blog. Semakin besar nilai PR blog nya, maka semakin penting tuh blog di mata Om Google.
PR blog atau site ada 10 level, dari 0 sampai 10. Dan pemilik PR tertinggi, yaitu 10, adalah Om Google sendiri .. Yahh.. cape deh! Iya lah, orang Google yang punya hajat, terserah dia mau kasih PR berapa, yang jelas Google nggak mungkin ngasih PR nol buat produknya sendiri.
Balik lagi ke blog saya yang PR blog nya nanjak ke PR 2. Kalau cuma segitu mah belum ada apa-apanya kali?! Betul! PR 2 itu belum ada apa-apanya kalau dimata mereka yang sudah 'master' SEO (nah loh, bahasa macam apa lagi nih?), tapi buat saya yang masih 'Katro' ilmu SEO nya, ini sesuatu banget! Temen-temen saya yang jago SEO, blog-blognya itu bisa melejit diatas PR 3 dalam kurun waktu kurang dari 3 bulan, sedangkan ini blog sudah lumayan bangkotan, tapi baru naik ke PR 2.
Jadi ingat lagu D'Massive, yah syukuri aja yang ada. PR blog masuk ke level 2 ini sudah prestasi yang luar biasa buat saya, dan lagi, PR tinggi bukan syarat mutlak supaya blog kita nangkring di halaman depan Om Google.
Upss..sudah jam shalat Isya, sekian sharing saya soal PR blog, mudah-mudahan PR blog Anda juga naik. Yuk ah, sholat dulu.
» Read More...
 |
| Dian Kristanto, Atlit Pencak Silat Sea Games 2011 (Viva News) |
Sea Games 2011 kali ini, Indonesia menjadi juara umum. Anda sebagai warga negara Indonesia tentu senang. Tapi ... Sayang... titel Indonesia sebagai juara umum tercoreng. Ini terjadi di cabang
Pencak Silat Sea Games 2011.
Awalnya, seperti biasa, penat dengan tugas kantor, saya 'keliling-keliling' di dunia maya. Kali aja saya bisa nemu
harta karun sesuatu yang berharga. Dan .. berhasil! Sebenarnya nggak 'berharga' secara materil, mungkin sebagian orang ini menjadi aib buat bangsa. Hanya saja, buat saya ini bisa diambil sebagai pelajaran berharga.
Ketika itu atlit
Pencak Silat Sea Games 2011 dari Indonesia, Dian Kristanto bertemu dengan atlit pencak silat Thailand, Anothai Choopeng. Di awal pertandingan, pendekar kita ini berhasil membungkam perlawanan Anothai, dan unggul sementara. Insiden 'memalukan' terjadi pada pertengahan pertandingan. Terlihat Dian Kristanto berlari-lari menghindari lawannya. Mirip ikan cupang yang udah keok :-).
Malah sempat berlindung di belakang wasit. Orang yang melihat pasti menganggap ini sifat pengecut dari seorang pendekar silat, curang dan tidak sportif.
Tapi sebelum kita mencap jelek atlit pencak silat Sea Games 2011 ini, mari kita dengarkan persaksian official resmi kita untuk Pencak Silat Sea Games 2011. Dikatakan bahwa Dian Kristanto sebelumnya memiliki masalah dengan kaki kirinya. Urat ligamennya pernah putus dan menjalani terapi penyembuhan. Lalu, setelah sembuh, Dian di uji coba ke pertandingan Internasional dan berhasil merebut emas. Atas dasar inilah akhirnya Dian Kristanto di ikut sertakan dalam jajaran atlit pencak silat Sea Games 2011.
Nah, memasuki babak awal pertandingan, Dian berhasil membuat Anothai jatuh bangun (Ini silat loh, bukan lagi dangdutan). Tapi di pertengahan pertandingan, pen yang dipasang pada kaki kiri bekas cedera Dian terlepas. Sekarang gantian Dian yang jatuh bangun (yuu..tarik mang). Akhirnya, entah atas perintah pelatih atau inisiatif sendiri, untuk mempertahankan kemenangan, Dian menerapkan jurus pamungkas yaitu 'Seribu langkah tanpa bayangan'. Dian ngibrit kesana-kemari menghindari lawannya, bahkan sempat menggigit lawannya, hingga pertandingan selesai dan Dian pun keluar sebagai pemenang.
Sekilas mungkin kita akan menganggap ini kecurangan dan sifat pengecut. Tapi kalau kita lihat alasan yang membuat Dian melakukan itu, mungkin kita akan memakluminya. Ingat loh, ini babak final, kalau Dian adalah benar seorang pengecut, kenapa dia sampai ke babak final? Terus, kenapa dia sempat membuat keok lawannya di awal-awal pertandingan? Hayoo..kepikiran nggak sama kita alasan-alasan macam begini?
Kedua, ini kan bagian dari strategi, selama itu tidak menyalahi peraturan, ya sah-sah aja kan? Tapi saya sendiri nggak tahu apa peraturannya memang membolehkan atau nggak? Kalau boleh, berarti kemenangan Dian adalah sah. Dan kalau nggak boleh, kenapa atlit kita ini tetap keluar sebagai juara?
Apa yang dilakukan oleh Dian pada pertandingan final pencak silat Sea Games 2011 mungkin memang tidak elegan dan cenderung pengecut. Anda yang menilai dia sebagai pengecut dan pencoreng nama baik bangsa, itu hak Anda. Tapi alangkah baiknya jika kita ber-empati, bagaimana seandainya kita menjadi Dian. Satu sisi dia di tuntut meraih emas, sambil menjaga kesalamatan kakinya karena kata official, lawan Dian terus menerus mengincar bagian kakinya yang pernah cedera. Tapi disisi lain, jika dia juara, dia juga harus menanggung malu seperti sekarang ini. Hmmm..pilihan yang sulit buat saya pribadi? Buat Anda bagaimana?
Kesini aja kalau mau lihat pertandingan kontroversi final Pencak Silat Sea Games 2011
» Read More...
Bicara soal PTC pasti bicara tentang Scam list yang berderet-deret panjangnya. Entah sudah berapa banyak PTC yang tutup lantaran emang benar-benar 'bangkrut' atau pemiliknya kabur. Era tahun 2010 an menjadi masa semarak buat bisnis online PTC. Gimana nggak, PTC bertebaran dan memberikan 'janji' kepada pebisnis online 'Kerja minimal-Hasil maksimal' plus testimoni kesuksesan yang bertebaran di berbagai penjuru dunia maya.
Saya adalah salah satu orang yang kemudian tergiur dan turut berkecimpung didunia klik iklan ini. Dan saya akui tanpa keraguan, saya untung! Walaupun tidak sebesar yang dijanjikan oleh banyak PTC, tapi seenggaknya saya nggak rugi lah.
Kemudian satu persatu PTC tumbang. Umurnya yang semula sanggup bertahan setidaknya setengah tahun, kesininya bisa bertahan 3 bulan saja udah bagus banget. Kok bisa gitu ya? Pikir punya pikir, saya kemudian bisa memaklumi, ternyata ada rumusan khusus yang mana rumusan ini menentukan umur dari suatu PTC. Gimana rumusnya saya nggak bisa jelaskan disini. Intinya, antara biaya pengeluaran operasional, biaya per klik dari setiap level member, biaya upgrade, jumlah member upgrade, jumlah member free, pemasukan iklan, dan beberapa hal lainnya yang kesemuanya itu memiliki peranan penting dalam keseimbangan hidup PTC.
Saya sendiri enggak pernah menggunakan rumusan tersebut secara detail dan rinci, hanya pakai feeling aja. Kalau mau globalnya ada di artikel Trik Aman Main PTC .
Sekarang, walaupun saya sudah untung, namun saya memutuskan untuk berhenti dari bisnis Online PTC. Kenapa?
Pertama, saya ragu dengan kehalalan bisnis online PTC. Saya nggak bilang haram ya.. cuma ragu. Kalau ragu mending ditinggalin.
Kedua, umur PTC semakin muda. Kalau dulu, PTC masih sanggup bertahan setidaknya 6 bulan. Umur segitu kita masih bisa ngejar untung. Tapi kalau belum 3 bulan sudah 'gulung tiker', ini yang repot. Memang ada beberapa PTC yang sudah 'bangkotan' umur lebih dari setahun, tapi justru tidak prospektif.
Ketiga, nggak punya modal lagi. hahaha... ketahuan juga kartunya! Loh, katanya untung? Iya, untung .. dan untungnya, plus modal-modalnya sudah saya alihkan ke bisnis online lain.
Terus apakah bisnis online PTC masih layak dijalani? Bagi saya .. TIDAK! Bagi Anda, silahkan analisa dan pertimbangkan sendiri.
» Read More...
Pernikahan Ibas-Aliya, sepasang anak pejabat super penting digelar secara meriah di Istana Cipanas hari ini. Nonton sekilas kayaknya meriah dan 'wah', apalagi maharnya sampai 100 gram emas. Sumpah, saya sampe ngiler ngedengarnya, soalnya kepengen banget punya emas buat investasi (kasihan deh saya). Belum lagi tamu-tamunya yang datang, kayaknya nggak ada deh yang naik ojek motor apalagi naik angkot :-)
 |
| Pernikahan Ibas - Aliya |
Beberapa kalangan mengatakan ini bukan cuma penyatuan dua raga, tapi juga dua partai. Ahh, kalau udah bicara partai saya langsung ilfeel.
Saya secara pribadi turut bergembira. Secara pernikahan itu kan juga ibadah, dan jelas jauh lebih baik daripada kumpul
sama kebo, ya kan? Namun disisi lain saya juga sedih, ternyata perhelatan sakral ini justru malah mengganggu aktifitas asasi yang menyangkut hajat orang banyak.
Ibas-Aliya sekeluarga boleh bersuka cita, tapi Ibas-Aliya sekeluarga juga harus menyesal karena pernikahan mewah mereka justru menyebabkan 4 sekolah dasar di sekitar Istana Cipanas meliburkan aktifitas belajar mengajarnya. Ditambah lagi anggota-anggota dewan yang mangkir dari tugas kenegaraannya karena menghadiri ritual ijab-kabul.
Pendidikan adalah hak seluruh warga negeri ini. Terus kenapa cuma gara-gara pernikahan Ibas - Aliya ini hal itu terabaikan. Lebih jauh, apa rakyat sekitar yang terkena dampaknya mendapat kompensasi? Misalnya beasiswa gratis, yah minimalnya makanan prasmanannya dibagi-bagi, setahu saya nggak tuh! Kalau istilah betawinya 'Situ yang enak, sini yang blangsak'
Lebih parah lagi anggota-anggota dewan yang mangkir dari tugas untuk menghadiri ijab-kabul Ibas-Aliya. Duh.. bingung saya, sebenarnya apa sih yang ada dikepala mereka? Bukannya mikirin nasib rakyat yang semakin 'jelata', malah 'jalan-jalan' ke puncak nonton orang 'kawinan'. Padahal mereka dibayar pakai duit rakyat. Kesananya juga pakai mobil yang dibeli pakai duit rakyat.
Terus muncul kontroversi tentang halal atau tidaknya pemakain fasilitas negara. Sebagian kalangan bilang ini 'haram', masa fasilitas negara dipakai untuk kepentingan pribadi. Sebagian lain bilang, 'Ini sudah menjadi hak kepala negara'.
Terlepas dari 'halal' atau 'haramnya' pemakaian fasilitas negara untuk kepentingan pribadi, saya teringat dengan kisah Umar bin Abdul Aziz, beliau adalah seorang pemimpin setingkat presiden kalau sekarang. Suatu malam, setelah selesai mengerjakan tugas kenegaraan, seseorang mengucapkan salam memohon izin untuk masuk. Lalu Umar mempersilahkannya masuk. Orang itu berkata, 'Saya ingin membicarakan sesuatu dengan Anda.'. Umar berkata,'Tentang negara, atau pribadi?' Orang itu menjawab, 'Pribadi'. Lalu Umar mematikan lampu minyaknya dan menyalakan lilin. Orang itu bertanya keheranan, 'Kenapa Anda melakukan itu?!' Umar menjawab dengan tegas, 'Lampu minyak ini milik negara, milik rakyat. Saya tidak mau menggunakannya demi kepentingan pribadi.'
Acara pernikahan Ibas-Aliya, secara legalitas kenegaraan mungkin boleh diselenggarakan secara mewah menurut saya dan menggunakan fasilitas negara. Namun di situasi yang serba susah dan himpitan ekonomi yang kian meradang, saya rasa hal itu tidak layak dilakukan oleh seorang pemimpin. Hanya saja semua kembali ke yang bersangkutan, silahkan lakukan apa yang Anda inginkan, biar rakyat yang menilai.
» Read More...
Korupsi Indonesia sebarapa parahkah? Saya yakin mayoritas yang baca nih artikel mesti jawab .. Parah kuadrat! Hehe .. kalau itu jawabannya, berarti kita sama dong. Sebagai individu yang bersih-atau berusaha untuk bersih- dari korupsi (sok suci dikit ah), saya malu sebagai warga negara Indonesia. Namun disisi lain saya bangga, karena masih ada warga Indonesia yang gigih bertarung melawan para koruptor.
 |
| Korupsi Indonesia |
Secara survey yang dikeluarkan oleh lembaga Transparansi Internasional tahun 2007, Indonesia berada pada posisi ke 145 dari 180 negara dalam hal indeks korupsinya. Ini berita gembira apa musibah ya? Jelas musibah lah, wong kalau disekolah aja semakin besar rankingnya, berarti semakin jelek prestasinya.
Yah, walaupun begitu kita tetap harus bersyukur karena ternyata masih ada yang lebih 'bejat' lagi dari Indonesia, tapi perbaikan itu harus tetap ada, Iya kan? Masak kita mau aja sih terus-terusan di zhalimin sama koruptor?!
Kalau saya boleh menganalisa (emang yang di Jakarta Lawyers Club aja yang boleh analisa?!), korupsi Indonesia itu sebenarnya lebih buruk dari yang Transparansi Internasional sangkakan. Kenapa? Karena standar perhitungan mereka nggak jelas. Setiap negara kan punya kebijakan masing-masing. Ada satu negara yang membolehkan pengusaha memberikan sumbangan kampanye dengan syarat-syarat tertentu, tapi di negara lain belum tentu hal tersebut legal.
Selain itu, korupsi Indonesia juga sudah mendarah daging. Dari tingkat pejabat negara sampai yang setingkat RT juga pada korupsi. Ini sih sudah bukan rahasia lagi. Coba aja kalau kita mau bikin KTP, kan biaya aslinya paling cuma 5.000 perak, tapi faktanya bisa membengkak sampai 50.000 perak.
Makanya saya nggak kaget waktu lagi 'blog walking' ada artikel yang menuliskan kalau Indonesia itu merupakan negara terkorup nomor 4 di dunia. Terlepas dari benar-tidaknya informasi tersebut.
Tambahan lagi birokrasi kita yang memang kondusif dalam menumbuhkan suburkan korupsi Indonesia. Misalnya, Gaji seorang Gubernur adalah 5-10 juta / bulan. Sedangkan biaya kampanye pemenangan pemilu dia harus mengeluarkan setidaknya 5 milyar (ini minim loh), lah kalau ngandelin gaji dan bermain bersih, berapa tahun yang harus dibutuhkan supaya 'balik modal'. Padahal masa jabatan gubernur cuma 5 tahun. Akhirnya, supaya -minimal balik modal- mereka korupsi. Itu baru setingkat propinsi, gimana yang di tingkat nasional.
Dan faktor ekonomi bukanlah sebab utama atau satu-satunya yang membuat korupsi merajalela. Buktinya orang-orang kaya macam pejabat-pejabat negara banyak yang terbukti korupsi. Menurut saya degradasi moral lah yang bikin korupsi Indonesia merebak. Orang biar sebokek apapun kalau punya moral beradab pasti nggak akan korupsi, mending ngutang, atau kalau udah kepepet banget ya mending ngemis daripada harus korupsi.
Ini menurut saya Loh, menurut Anda? lanjut di komen aja yah ..
» Read More...